Minggu, 30 November 2008



PUPUK ORGANIK DOFOSF-21 BERIKAN PENYULUHAN KEPADA PETANI,KOPTAN,GAPOKTAN

TANAH KARO,BERSAMA
Para pengurus kelompok tani,gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) dari 17 desa se-Kecamatan Simpang Empat mendapat pendidikan dan penyuluhan tentang pertanian organic dari nara sumber yang juga adalah tenaga ahli pupuk organic DOFOSF-21 pada pertemuan rutin antar pengurus kelompok tani di Aula Kantor Camat Simpang Empat Sabtu (29/11). Dihadiri juga Camat Simpang Empat Drs.Lesta Karo-Karo, penyuluh dan Kordinator penyuluh Marlinja dan Lukman Sitohang.
Dalam kesempatan ini para petani mendapat tambahan ilmu tentang pertanian organic. Yang mengedepankan mikroorganisme sebagai penyubur dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida berlebihan, dan dapat berdampak negatif terhadap lahan,lingkungan,dan kesehatan.
Struktur tanah menjadi keras,aktifitas mikro organisme menurun,keseimbangan kimiawi terganggu serta pengurasan unsur hara tanah sebagai akibat dari eksploitasi lahan pertanian yang terus menerus menggunakan pupuk kimia yang terlalu tinggi. Pupuk merupakan salah satu sarana dan usaha untuk mencapai keberhasilan dalam dunia pertanian. Secara keseluruhan,keberhasilan dalam usaha pertanian dipengaruhi oleh bibit,pestisida,iklim serta pengolahan tanah sesuai penerapan teknologi yang benar.
Beberapa waktu terakhir ini pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen pertanian mulai dari tingkat pusat hingga daerah menggiatkan mulai penggunaan pupuk organik Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dalam prakteknya, pertanian organik dilakukan dengan cara, antara lain menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis dan rotasi tanaman. Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintesis. Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan batuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman. Menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan adiatif sintesis dalam makanan ternak.
Sistem pertanian organik dan budaya mengkonsumsi makanan organik kini menjadi trend tersendiri dikalangan masyarakat terutama kalangan menengah keatas yang sadar akan kebutuhan makanan yang sehat dan bebas residu pestisida. Kesadaran masyarakat tersebut sebenarnya merupakan satu prinsip yang ingin diperoleh dari pengembangan pertanian organik di dunia yakni prinsip kesehatan demikian kata tim penyuluh.
Sebagai pupuk organik DOFOSF-21,diformulasikan lebih dari 12 macam bahan organic yang telah mengalami fermentasi sempurna (c/n rasio 5-7 % dan C organik 10-15 %) dan diperkaya dengan mineral makro,multi vitamin,glukosa,asam aminodan humic acid. Sehingga menjadi pupuk organik lengkap di samping unsur makro N,P,K,Ca,Mg,S dan unsur tambahan Cu,Fe,B,Zn dalam bentuk granular yang memungkinkan unsur hara dapat diserap bertahap,sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi selama periode pertumbuhan dan menjadi stabilitas struktur tanah.
Rejeki Ginting Suka distributor yang menjadi moderator mengatakan komposisi yang seimbang dan hasil lab dari Departemen Pertanian RI.Ditambahkannya beberapa manfaat/keunggulan pupuk tersebut yakni bentuk granul memudahkan aplikasi di lapangan. Kandungan makro serta mikro lengkap akan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Kandungan hara lengkap dan tersedia akan mudah meransang tanaman tumbuh sehat dan kuat dengan system perakaran kokoh dan ekstra stabilizer untuk menjaga agar kondisi tanah tetap seimbang.meningkatkan produktifitas dan kwalitas hasil pertanian baik berupa biji,umbian,maupun daun, juga tanaman lebih tahan terhadap serangan hama penyakit.
Ditambahkannya harga pupuk dua ratus ribu Rupiah Per sak ( Rp.200.000/Zak). Dan petani yang ingin mendapatkan/memesan pupuk ini dapat langsung menghubungi dirinya di nomor 08126346595. atau datang langsung ke UD. Sinisuka di desa Ndokum Siroga Kec.Simpang Empat Kab.Karo
Setelah acara penyuluhan dilakukan pemupukan tanaman jeruk di lahan GAPOKTAN“ Radu Maju” Desa Ndokum Siroga ditemani ketua Dasar Surbakti dan Jakup Sembiring Milala. Dalam kesempatan ini seluruh peserta yang hadir melihat cara pemupukan pada tanaman jeruk berumur sepuluh tahun dan dua tahun. Sebanyak 2 kg pupuk ditabur per pokok dengan mengelilingi batang tanaman.
Selain itu beberapa petani yang sudah memakai dan merasakan manfaat DOFOSF-21 seperti Pandu Sitepu warga desa Ndeskati Kecamatan Naman Teran (50) br Sembiring (45) petani warga desa Lingga Julu dan Titus Surbakti (29) juga berkesempatan tukar pengalaman. Dengan pupuk organic komoditi tomat,kol, kentang dan jeruk yang ditanam meningkat produksinya.

BR 58/KAL

Keterangan Foto :
Penyuluh memberikan petunjuk pemupukan jeruk dengan DOFOSF-21 di lahan Gapoktan “Radu Maju” Ndokum Siroga, Sabtu (29/11).
Foto BERSAMA : KALVIN GINTING S.KEP

Tidak ada komentar: