Minggu, 02 Januari 2011


"FENOMENA NDOKUMSIROGA" DALAM PILKADA KABUPATEN KARO

OLEH : KALVIN GINTING







Setiap perhelatan pilkada dilaksanakan di seluruh Indonesia pasti mempunyai cerita tersendiri dan unik. Kejadian tersebut kemudian dicatat, dianalisa atau bahkan dikaji secara ilmiah kebenarannya melalui sebuah hokum probabilitas dengan menggunakan ilmu statistic. Namun adakalanya dipercaya berdasarkan naluri atau sebuah pesan yang tidak dapat diterima secara akal sehat tetapi nyata kebenarannya dan itulah yang menjadi fenomena.

Demikian juga halnya dengan sebuah desa di Kecamatan Simpang Empat yang bernama Ndokumsiroga. Ada cerita yang unik dari tempat ini, dalam pilkada Karo dua periode terakhir ini sejak Bupati/Wakil Bupati dipilih secara langsung pertama kalinya. Dimana setiap pasangan yang menang di desa ini akan menjadi pemimpin atau kepala daerah.

Pada pemilihan lima tahun yang silam pasangan Drs. DD Sinulingga/ Nelson Sitepu berhasil mengumpulkan suara terbanyak dibandingkan dengan pasangan pesaing terdekatnya yakni DR (HC) Kena Ukur Surbakti/ Siti Aminah Perangin-angin SE. Padahal yang secara keseluruhan di Kecamatan Simpang Empat yang menang adalah “Karo Jambi”, dan nyatanya yang menjadi Bupati adalah pasangan DD Sinulingga.

Di tahun 2010 ini juga ketika putaran pertama digelar Oktober lalu, di Ndokumsiroga yang berhasil keluar mengumpulkan suara terbanyak dan mutlak adalah pasangan nomor urut 9 yaitu Kena ukur Surbakti/ Terkelin Brahmana. Terbukti juga kemudian mereka tetap maju dan akan bersaing di putaran kedua yang direncanakan tanggal 21 Desember mendatang.

Gambaran di atas tentunya akan berpeluang kembali terjadi dan menjadi sebuah fenomena yaitu siapa yang berhasil memenangkan atau meraih jumlah suara terbanyak di Ndokumsiroga akan menjadi Bupati/Wakil Bupati Karo periode 2010-2015. Namun orang dapat saja berkata “ Ndokumsiroga itu kan kampungnya DR (HC) Kena Ukur Surbakti, maka wajarlah dia meraih suara terbanyak “

Tetapi penulis memberikan sebuah alasan mengapa sosok yang lebih terkenal dengan sebutan Karo Jambi ini meraih suara terbanyak adalah sosoknya yang merakyat, sering datang dan bercengkerama di kedai kopi serta menjadi pengkhotbah pada kebaktian GBKP runggun Surbakti II Ndokumsiroga. Misalnya terlihat merakyat dan menyatu dengan warga Kecamatan Simpang Empat terlihat dan terekam penulis ketika pengusaha yang sukses tersebut bercengkerama dengan warga di salah satu kedai kopi di Ndokum Siroga Jumat Siang 11 September 2009 silam sembari menikmati buah durian dan minum teh.

Pada pembicaraan yang penuh keakraban ini beberapa warga menyampaikan harapannya agar Kabupaten Karo di masa yang akan datang dapat lebih makmur serta masyarakat yang umumnya petani dapat lebih meningkat taraf hidup ditandai dengan penghasilan yang semakin meningkat pula. Berbagai kesulitan yang selama ini masih mencengkeram petani seperti pupuk yang mahal, langkanya pupuk subsidi juga didiskusikan dengan bahasa yang sederhana dan merakyat. Beberapa petani yang hadir seperti Mahlon Surbakti, Pion Bangun juga menyampaikan masih rendahnya harga jual komoditi pertanian holtikultura dan palawija sementara biaya perawatan dan penyemprotan lumayan mahal.

Menanggapi hal tersebut DR Kena Ukur mengatakan rasa haru dan tersentuh atas kondisi yang dialami oleh warga di Kecamatan Simpang Empat khususnya dan Kabupaten Karo umumnya. Dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat di DPRD serta kelak jika masih diberi kepercayaan untuk maju memimpin Bumi Pijer Podi dalam Pilkada 2010.

Pada acara bincang-bincang di kedai kopi Bp.Toris Surbakti ini juga rupanya tidak hanya kaum Bapak yang hadir. Beberapa warga wanita yang mengenal sosok yang murah senyum ini juga tidak sungkan menyapa atau menyalami sembari menanyakan kabar.

Berdasarkan gambaran di atas dapat terlintas di benak kita bahwa sesungguhnya warag Karo mendambakan pemimpin yang dekat dengan rakyat. Serta “FENOMENA NDOKUMSIROGA” tercipta kembali.





KETERANGAN FOTO ;

DR (HC) KENA UKUR SURBAKTI terlihat akrab dan merakyat dengan warga Ndokumsiroga Simpang Empat di Kedai Kopi Bp.Toris Surbakti, Jumat siang 11 September 2009 silam

Tidak ada komentar: